𝐵𝑒𝓇𝓈𝒶𝓂𝒶𝓂𝓊 𝒦𝑒𝓁𝒶𝓃𝑔𝒾𝓉𝓅𝓊𝓃 𝐵𝒾𝓈𝒶

𝘒𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪, 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢.

Siapakah Dia?

Siapakah Dia?
Dimasa kecilnya tak pernah bahagia,hanyalah dia sendiri yang mengalahkan situasi agar kelihatan bahagia,
Tak pernah ada foto foto kenangan yang terpampang di ruang tamu sebagai kenangan indah di masa lalu.

Siapakah Dia?
Dimasa kecilnya hanya bermain dengan hayalan tingkat tinggi,walaupun mainannya terbuat pelepah pisang dan sabut kelapa.
Tak pernah ada mainan dari toko-toko berlabel harga.

Siapakah Dia?
Dimasa kecilnya hanya makan nasi jagung,gaplek dan sedikit nasi putih sebagai pelengkap,karena beras tak ada walaupun tinggal di lumbung padi,dengan celaan dan celotehan orang kalau jenis makanan itu tidak ada gizinya, tak membuat otak menjadi encer dan akal menjadi pintar.

Siapakah Dia?
Diwaktu kecil sakit,hanya diobati Doa dari seorang Ibu untuk anaknya dan aer kelapa hijau muda dari kebun sebagai obat penawarnya.
Walapun bidan telah menganjurkan ke Romah Sakit dengan di jawab dengan aer mata dari seorang Ibu
"iya nanti akan aku bawa anaku ke Rumah Sakit",
tetapi tetap si anak tergeletak di ranjang dimana dia dilahirkan,sampai dia sembuh karena ketulusan seorang Ibu tanpa obat dari Romah Sakit.

Siapakah Dia?
Disaat sekolah hanya bersepatukan sepatu dari karet,yang tahan lama dan sampai bosan, dirobeknya sepatu itu agar di ganti dengan sepatu yang lembut,ahirnya rela nyekermen karena tak punya sepatu baru.
Bermodalkan buku dari warisan kakak,bermodalkan seragam satu stel tanpa setrika.
Dan bermodalkan cita cita tanpa biaya.

Siapakah Dia?
Hanya bisa berteman dengan teman sebaya yang sama sama susah atau lebih susah di bawahnya,dan dianggap tidak ada bagi teman yang lebih kaya,kecuali teman yang tahu tentang Dia.

Ternyata banyak yang lebih susah dari Dia.

Siapakah Dia?
Yang mempunya seorang Ibu dari titisan dewa,karena kesabaranya dan kasih sayangnya.
Mempunyai Bapak yang berwibawa di matanya membela anak anaknya agar kelak menjadi orang yang lebih darinya.
Walaupun kini banyak beban dipundaknya,itu bukanlah beban tetapi JALAN.

Kasih Sayang Tuhan Lebih Besar Daripada Penderitaan Umatnya.

0 Comment for "Siapakah Dia?"

Back To Top