𝐵𝑒𝓇𝓈𝒶𝓂𝒶𝓂𝓊 𝒦𝑒𝓁𝒶𝓃𝑔𝒾𝓉𝓅𝓊𝓃 𝐵𝒾𝓈𝒶

𝘒𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪, 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢.

Jarak Hati dan Diriku


Antara hati dan pribadi manusia ada jarak diantara nya yang tanpa kita ketahui dimana dia berada. tetapi akan selalu ada meskipun kita sadar atau tidak sadar.
Gunung yang tinggi laut yang dalam Sungai yang mengalir berada di sekitar dan itu kutahu dimana dia berada dengan melihat dan mendengar.

Kini aku tidak tahu sekarang aku berada di mana tidak tahu ,Berapa jauh Aku sudah melangkah jauh, Berapa jauh yang pernah berbuat salah, Berapa jauh yang pernah ku perbaiki ,Apakah aku salah ?,Apakah aku benar ?,Apakah aku di antara keduanya?.

Pertanyaan-pertanyaan itu akan selalu ada dimanapun Aku berada dan jawabannya tidak pernah kutemui.
Seandainya kuabaikan pertanyaan  itu adalah pilihan .Seandainya aku jawab pertanyaan itu belum tentu benar adanya.

Ku Sendiri

Di ramainya Jalan perkotaan kecil ini terasa indah bagi yang memiliki keluarga orang tersayang dan orang yang di cintai.

Di tempat ramai Hati ini terasa sepi ,di tempat sepi hati ini merana bertemankan dengan lamunan bertemankan dengan keinginan yang ingin dicapai.

Kutahu ramai dan sepi adalah sebuah ilusi ku tahu sebuah pengabdian, ku mengetahui akan sebuah perjuangan.
Ku mengetahui sebuah slogan dan kata-kata bijak yang selalu ada dan selalu ku dengar.

Tetapi mengapa diri ini selalu terjebak oleh perasaan yang tidak tahu apa yang kurasa Pahit Manis ataukah hambar.

Aku mengetahui bahwa ini adalah kebohongan terbesar pada diriku sendiri meremuk mengeluh di dalam hati.

Aku berdiri aku tidak sadar bahwa aku ini sudah berdiri, Aku tertidur aku tidak sadar bahwa aku sedang tidur.
Aku tahu bahwa aku sudah berdiri bahwa aku sudah bangun dari tidurku tetapi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Ingat lah

Akan ku gapai bintang dan bulan di tanganku. Dengan sombong tertulis di baju sekolah SMA aku dahulu.

Usia bukanlah penghalang bagiku tetapi menjadi batasan untukku.
Masa muda terasa indah di pelupuk mata dan hati tanpa sadar kini aku sudah menua.

Bintang itu Tetaplah di atas sana bulan itu hadir ketika sudah waktunya tanpa bisa kugapai yang kumaksud dahulu.

Bodoh
Bodohnya Diriku cita-cita itu yang ku tulis di baju SMA ku dahulu sudah ku dapatkan kini.

Sombong
Betapa Sombongnya diriku tanpa aku sadar aku tidak bisa bersyukur apa yang telah diberikan kini.

Buta
Betapa Bodohnya Diriku tidak bisa melihat apa yang di hadapanku sebuah kenyataan yang diberikan begitu indah.

Tuli
Memang tuli tidak pernah mendengar jeritan orang-orang yang tidak seperti yang ada sekarang ini pada diriku.

Ya Allah ya Tuhanku Maafkanlah atas kesalahanku baik yang terlupa maupun yang sengaja melupakanmu.


Labels: opini, sangatta

Thanks for reading Jarak Hati dan Diriku. Please share...!

0 Comment for "Jarak Hati dan Diriku"

Back To Top