𝐵𝑒𝓇𝓈𝒶𝓂𝒶𝓂𝓊 𝒦𝑒𝓁𝒶𝓃𝑔𝒾𝓉𝓅𝓊𝓃 𝐵𝒾𝓈𝒶

𝘒𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘩𝘪𝘳 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪, 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢.


Badan Penyangga Nyawa

Dalam pribahasa jawa,"Rogo Nyonggo Nyowo",atau Badan Penyangga Nyawa.

Raga dan Nyawa (jiwa) suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan ini,ketika salah satunya tiada maka kehidupan ini akan berhenti.

Ketika raganya ada tetapi nyawanya tidak ada, tidak ubahnya seperti kayu kering lapuk yang mengalami daur ulang alam ini.

Ketika Nyawanya ada raganya tiada maka bukan kehidupan namanya.

Didalam raga yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

kutipan ini mengisaratkan betapa pentingnya kesehatan itu,ketika sakit melanda maka jiwanya akan lemah,jangankan memikirkan orang lain memikirkan dirinya sendiri pun sulit.

Disaat Jiwa yang kuat akan menopang Raga yang lemah ini,terikut kuat dengan jiwanya,berbesar hati dan sabar.

Dua unsur kehidupan di dunia ini harus tetaplah di jaga.
kesehatan badan serta kesehatan mental (jiwa),selagi masih ada waktu.

Ketika masih Raganya sehat,jiwanya haruslah bersih,ketika raganya sakit karena sifat alam jiwanya makin kuat dan tiada kesengsaraan yang ditimbulkan.

Suguh sulit mencapai kehidupan seperti ini,dengan tidak meninggikan atau merendahkan salah satunya dan semua akan bergulir seperti kincir angin, satu sisi berhenti dan didorong oleh satu sisi yang lain agar terus berputar,ketika satu sisi rusak atau hancur maka kincir angin itu terhenti meski angin kencang.dan berahir atau hancurlah kehidupan ini.

Berahirnya kehidupan ini karena Jiwaanya (nyawa) tidak lagi di topang oleh sang raga, seperti inilah sifat alam itu.
Labels: sangatta

Thanks for reading . Please share...!

0 Comment for " "

Back To Top